Dokumentasi Sesi · BelajarQAEvent Selesai

The Only QA in the Room

Open Discussion for QA Single Fighters

Berbeda latar belakang, tantangannya serupa. Selama dua jam, 35 profesional QA berbagi cerita tentang beban kerja, prioritas testing, dan requirement yang terus berubah.

Pelaksanaan
Sabtu, 12 September 2026
Waktu
09:30–11:30 WIB · Online
Peserta
35 profesional QA
Moderator
Aditya Amin Refandi
Slide dokumentasi pertemuan online bersama 35 profesional QA, dari junior hingga quality leader tingkat AVP
Dari junior QA hingga quality leader tingkat AVP; industri digital/tech hingga non-IT; perspektif teknis hingga manajemen. Sumber: slide dokumentasi, halaman 1.

01 · Tantangan Utama

Apa yang paling berat saat menjadi single QA?

Waktu dan workload, prioritas testing, serta perubahan requirement menjadi tiga tantangan teratas. Ketiganya menjadi fokus utama diskusi selama dua jam dan paling banyak memancing cerita, masalah, serta solusi dari peserta.

Persentase mengikuti hasil polling pada slide halaman 2. Jumlah responden polling tidak dicantumkan dalam slide.

Waktu & Workload
40%
Prioritas Testing
20%
Requirement Changes
17%
Automation
13%
Collaboration & Communication
10%

02 · Yang Dibahas

Tiga masalah yang saling terhubung.

  1. 01

    Multiple projects bersamaan

  2. 02

    Waktu testing terbatas

  3. 03

    Harus memilih prioritas

  4. 04

    Requirement berubah

  5. 05

    Prioritas berubah lagi

Pendekatan yang banyak dibahas

  • Pendekatan teknis yang sesuai dengan konteks tim.
  • Evidence dan reporting untuk menunjukkan kondisi quality.
  • Komunikasi yang jelas dengan lead dan management.
  • Kesepakatan tentang ekspektasi, KPI, dan prioritas.
“Being the only QA is not just a testing problem. It is a decision-making problem under constraints.”
Rangkuman diskusi · Slide 3

03 · Sisi Manusia

Di balik pekerjaan, ada pengalaman yang sama.

Saat diminta menggambarkan pengalaman sebagai single QA dalam satu kata, respons peserta antara lain “bingung”, “lelah”, dan “mumet”. Word cloud ini merekam sisi manusia dari tantangan yang dibahas.

Slide The human side: word cloud pengalaman peserta dengan kata bingung, lelah, dan mumet, serta cuplikan diskusi online
Word cloud dan cuplikan sesi dari slide dokumentasi, halaman 4. Terima kasih untuk peserta yang aktif berbagi secara terbuka.

Arsip Materi

Simpan dan baca kembali.

Ringkasan halaman ini bersumber dari empat slide dokumentasi sesi: profil peserta, hasil polling, rangkuman pembahasan, dan sisi manusia dari pengalaman single QA.

Pendaftaran Ditutup

Sesi telah berlangsung pada 12 September 2026. Ini bukan webinar. Formatnya adalah open discussion yang dimoderasi.

Lihat program BelajarQA lainnya →
Lihat poster dan agenda awalPoster resmi The Only QA in the Room dengan informasi jadwal dan moderator Aditya Amin Refandi

Agenda awal mencakup Life as a Single QA, How Do You Decide What to Test?, What Does “Enough Testing” Mean?, Who Actually Owns Quality?, dan Automation When You're Alone. Rangkuman di atas mengikuti pembahasan yang tercatat di slide dokumentasi.

Pertanyaan Umum

Tentang The Only QA in the Room

Apakah The Only QA in the Room adalah webinar?

Bukan. Acara ini berlangsung sebagai open discussion yang dimoderasi. Peserta berbagi pengalaman, tantangan, dan pendekatan saat bekerja dengan kapasitas QA terbatas.

Siapa yang mengikuti diskusi ini?

Menurut slide dokumentasi, sesi diikuti 35 profesional QA, dari junior QA hingga quality leader tingkat AVP, dari industri digital/tech hingga non-IT.

Apakah event ini gratis dan diselenggarakan secara online?

Ya. Event berlangsung online pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 09:30–11:30 WIB dan tidak dipungut biaya.

Apakah pendaftaran event ini masih dibuka?

Tidak. Event telah selesai pada 12 September 2026 dan pendaftaran sudah ditutup.