AI for QA, Beyond Prompting
Dari Requirement ke Automation
Arsip webinar 19 September 2026 tentang workflow AI dari requirement ke automation, dengan 60 peserta terdaftar, dokumentasi acara, dan rangkuman feedback peserta. AI membantu mempercepat pekerjaan; judgment QA tetap menentukan kualitas hasilnya.
- Tanggal
- Sabtu, 19 September 2026
- Waktu
- 09.30–11.30 WIB · 2 jam
- Peserta terdaftar
- 60 peserta
- Status
- Pendaftaran ditutup
Pembicara
Aditya Amin Refandi
Acara telah selesai. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah belajar dan berdiskusi bersama.
Lihat poster ukuran penuh (dibuka di tab baru)Feedback peserta
Apa yang dibawa pulang dari sesi ini?
Ringkasan feedback yang masuk melalui formulir evaluasi webinar. Penilaian menggunakan skala 1–5.
- Relevansi materi
- 4,64 / 5
- Kedalaman teknis
- 4,50 / 5
- Kejelasan pembicara
- 4,68 / 5
Rata-rata penilaian dari feedback yang masuk, dibulatkan menjadi dua desimal.
Hal yang dirasakan bermanfaat
Konteks sebelum prompting
Menyusun konteks dan requirement membantu peserta melihat perbedaan kualitas test case yang dihasilkan AI.
Review tetap di tangan QA
Validasi langkah, data, dan hasil yang diharapkan tetap diperlukan sebelum test case menjadi dasar automation.
Workflow yang lebih konkret
Demo bertahap, setup skill, dan mapping ke automation memberi gambaran penggunaan AI dalam pekerjaan QA sehari-hari.
Tema dirangkum dari jawaban terbuka, bukan kutipan testimonial atau peringkat.
Cerita dari peserta
Kutipan dari feedback peserta, ditampilkan dengan izin nama dan role.
“Di kelas ini saya banyak belajar mengenai implementasi AI dalam proses software quality assurance secara lengkap, mulai dari pembuatan test case hingga implementasi automation pemateri bisa menyajikan materi dengan jelas dan interaktif”
“Webinar ini sangat membantu QA Manual seperti saya untuk melihat gambaran nyata bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam proses pengujian (testing) baik manual maupun automate, mulai dari pembuatan test case hingga persiapan automate. Sangat membantu!✨”
“Secara keseluruhan, webinar ini sangat informatif dan relevan dengan kebutuhan QA saat ini. Materinya disampaikan dengan jelas dan alurnya runtut.”
Dokumentasi acara
Cuplikan sesi belajar bersama.
Dari demo test case dengan bantuan AI hingga momen bersama peserta. Klik foto untuk melihat ukuran penuh.
Lihat dokumentasi ukuran penuh (dibuka di tab baru)
Lihat dokumentasi ukuran penuh (dibuka di tab baru)Tentang Webinar
Output AI yang rapi belum tentu siap dipakai.
Requirement yang belum jelas bisa berubah menjadi asumsi. Test case bisa sulit dieksekusi. Test yang pass pun bisa memiliki locator rapuh dan assertion lemah.
Sesi ini membahas cara menjaga kontrol kualitas dari requirement singkat hingga eksekusi Playwright test.
Materi yang menjadi fokus sesi
Saring output AI
Bedakan output yang terlihat rapi dengan hasil yang benar-benar bisa dipakai untuk testing.
Konteks dan klarifikasi
Siapkan konteks serta pertanyaan klarifikasi sebelum AI membuat test case.
Quality gate test case
Review hasil AI dengan indikator Ready, Needs Refinement, atau Not Usable.
Mapping automation
Ubah test case yang sudah direview menjadi konteks untuk menyusun automation.
Runtime proofing
Validasi locator, wait, assertion, dan bukti eksekusi pada draf Playwright test.
Untuk Siapa
Bangun workflow AI yang bisa kamu review.
- Manual QA yang ingin mulai memakai AI dalam pekerjaan sehari-hari.
- Automation QA pemula yang ingin mempercepat scripting sambil menjaga ketelitian.
- QA atau Software Engineer yang sudah mencoba AI dan ingin membangun workflow serta quality gate yang konsisten.
BelajarQA × EMRA
Terima kasih sudah belajar bersama.
Webinar ini telah selesai. Jelajahi program BelajarQA lainnya untuk melanjutkan pembelajaranmu.
